Namamu Aceh....Engkau Dicipta Ditempatkan Dibumi Asia Tenggara...
Negerimu Diapit Oleh Selat Melaka Dan Lautan Hindia...
Kedudukanmu Di Pintu Gerbang Ketimur Jauh Fasifik Asia...
Pelaut Hindi Menyebutmu Achaa... Kagum Atas Keindahanmu...
Geureudong, Kulu, Louser, Seulawah Saksi Atas Kegagahanmu
Lhok Seudu, Lhok Nga, Sabang Sebahagian Bukti Akan Kecantikan Pantaimu
Harimau, Badak, Dan Orang Hutanmu sasaran Penyelidik Dan Pengamat Bumi
LNG, Petrolium Hutan Tropikal, Emas Nikmat Allah Akan kekayaan Tanahmu
Meneteskan Air Liur Perampok - Perampok Asing Untuk Datang Ke Negerimu..
Silih Berganti... Portugis, Belanda, Jepang dan Kini Indonesia
Mengeroyokmu, Merampasmu, Meperkosamu, Menjajahmu,
Namamu Aceh... Genetik-Genetik Campuranmu unik, Darah Arab, Darah Cina, Eropa Dan Hindi Mengalir Didalam Tubuhmu, Membentuk Kecantikan, Kegigihan, Kepintaran Menjadi Identitetmu Keramahan, Kejujuran, Ketulusan Hatimu Disalah gunakan, Disalah Artikan... Engkau Berikan Apa Yang Ada Padamu Engkau Tunjukkan Kesetia Kawanmu Sesama Bangsa Melayu Dimasa Portugis, Darah Aceh Membanjiri Benteng Negeri Malaka Dimasa Belanda, Darah Aceh Mengalir Di Bumi Nusantara Diakhir Perang Dunia Kedua, Darah Aceh Berkubang Di Medan Area Emasmu, Minyakmu, LNGmu, Hasil Hutanmu Telah Engkau Sumbangkan Menyelamatkan Dan Memerdekakan Seluruh Nusantara Dari Penjajahan Belanda Akan Tetapi...
Air Susu Dibalas Dengan Tuba Kini Kau Menjadi Asing Di Negerimu Sendiri... Engkau Dibantai, Disiksa, Diperkosa Oleh Rekanmu Yang Engkau Merdekakan Di Tahun 45 Kini Engkau Dilarang Menyebut Namamu -Aceh Engkau Dipaksa Diberi Nama Baru Yang Asing Bagimu... INDONESIA Disekolah Anakmu Dilarang Menggunakan Bahasa Ibunya... Di Dunia International Engkau Dilarang Menyatakan Hakmu... Untuk Menjadi Tuan dirumahmu sendiri... Di Negerimu sendiri...
Stockholm, 2 Desember 2003
“Dr. Husaini Hasan merupakan kiriman Tuhan untukku. Ia punya kesetiaan dan keteguhan yang luar biasa, itu nilai yang paling penting yang harus dimiliki oleh seorang pejuang...
Setiap kali saya memutuskan sesuatu, saya meminta pendapat Husaini. Ia mampu memberikan keputusan yang tepat dan mampu mencapai kesimpulan yang sama dengan apa yang saya putuskan. Husaini seperti istilah yang digunakan Nietzsche, layaknya seorang sahabat yang mampu memberikan solusi pada setiap masalah.” – The Price of Freedom, karya Hasan Tiro, halaman 26, edisi 1984.






0 comments:
Post a Comment